Zidan's Family - Mengunjungi Mbah Buyut & Liburan ke Jogja

Rabu, 11 November 2009

Ini dia cerita dari kunjungan dan liburan Zidan sekeluarga ke rumah mbah buyut di Gombong, Jawa tengah juga ke Jogjakarta,Solo, Bekasi dan Jakarta.
Perjalanan di mulai pada senin pagi tgl. 2 Nopember kemarin dengan terbang bersama Batavia air menuju Cengkareng -Jakarta selama 1 jam 20 menit. Istirahat sebentar di Bandara Soekarno Hatta untuk melaksanakan sholat Dzuhur, setelah itu dilanjutkan dengan menaiki bus Damri menuju Bekasi. Kebetulan siang hari jalanan di Jakarta tidak macet, maka perjalanan dapat di tempuh selama kurang lebih 1 jam saja. Tiba di pul Damri Mega Mall - Giant Bekasi, langsung deh menghubungi Om Indra (adik bungsu saya yg teknisi HP di gerai handphone Taxco) untukngambil kunci rumahnya yg di Pondok Hijau Permai. Setelah ketemu sebentar dan mengambil kunci rumahnya, kami langsung melanjutkan perjalanan lagi menuju PHP dengan menaiki Taxi tarif bawah yg banyak mangkal di dekat Giant Bekasi. Berhubung masih tersisa waktu 2 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Gombong, maka kami manfaatkan waktu yg ada itu untuk sekedar meluruskan badan, istirahat sejenak dan sholat Ashar.
Jam 5 sorenya, kami pun berangkat melanjutkan perjalanan menuju Gombong, rumahnya mbah buyut Zidan, alias kampung halaman mbah kakung nya Zidan. Dengan menaiki bus Sinar Jaya tujuan Bekasi-Jogjakarta, perjalanan di tempuh selama kurang lebih 9 jam plus berhenti beberapa kali untuk istirahat makan (ya walaupun dah tengah malam, perut masih mau juga tuh di jejalin makanan :P ), melewati tol cikampek trus nyambung ke tol Cileunyi Bandung. Kami tiba di rumah mbah buyut yg kebetulan letak rumahnya di pinggir jalan antar propinsi itu sekitar jam 4 subuh.
Waduh, deg deg-an bercampur gembira rasa dihati ini, karena beberapa detik lagi akan segera ketemu mbah Buyut. "Tok..tok..tok...Assalamualaikum, Mbah...Mbah...!" begitu teriak Zidan yg sudah tak sabar ingin segera berjumpa. Dan dari dalam rumah terdengar jawaban "Wa'alaikumsalam....wah kiye putune karo buyute teka ............... !" begitu teriak bule saya (adiknya bapak). Ya, karena kunjungan kali ini lengkap bagi kami, karena ada saya sebagai cucu nya mbah dan Zidan sebagai cicitnya alias buyutnya mbah, serta ayah Zidan sebagai cucu mantunya. Walaupun mbah sudah sepuh, 85 thn, dan sudah mulai pikun, alhamdulillah ia masih bisa mengingat saya, cucu nya. Dan begitu melihat Zidan, alangkah senangnya mbah, sampai-sampai tak terasa air mata menetes di pipi ini.
Ya..suasana begitu bahagia dan haru, setelah sekitar 10 tahun, saya belum mengunjungi mbah kembali. Terakhir pada waktu masih kuliah dulu. Sekarang keadaannya sudah berbeda, saya sudah mempunyai suami dan anak, sementara mbah sudah semakin tua dan renta. Tetapi kami sangat bersyukur, Allah masih memberikan mbah umur yg panjang serta kesehatan. Karena mbah masih bisa jalan sendiri, ya walaupun pelan-pelan, dan masih sanggup melahap makanan dan minuman apa saja yg ia mau.
Setelah melepas kangen, kami pun beristirahat tidur karena tadi di dalam bus selamaperjalanan tidur pun tidak bisa nyenyak. Bangun tidur, kami langsung disuguhkan sarapan tempe mendoan yang gede dan lebar banget. Ini adalah tempe goreng tepung khas Gombong. Makan satu aja dah kenyang.
Siang harinya, tgl 3 Nopember setelah sholat Dzuhur, kami pergi bersama adik sepupu saya Kopsah dan Ma'i pergi mengunjungi objek wisata yg letaknya dekat dengan rumah mbah, yaitu Goa Jatijajar dan Pantai Ayah (Logending).
Zidan dan ayahnya begitu excited sekali, apalagi baru kali ini mereka mengunjungi goa batu kapur yg asli banget buatan alam ciptaan Allah Yang Maha Kuasa. Ooh..indahnya, apalagi di dalam goa terdapat juga sungai yg mengalir deras dengan air yg jernih, dingin dan sejuk. Dan di sekitar langit-langit goa, terdapat sekumpulan kelelawar yg lagi pada tidur, sambil menunggu malam tiba. Selesai mengelilingi goa, kami menuju ke pasar seni tempat para pedagang menjual oleh-oleh dan aneka kerajinan serta souvenir. Ayahnya kena pajak oleh Zidan, dia minta di belikan bedug kecil yg memang sangat dia idamkan. Berikut juga mainan pesawat dan helikopter yg terbuat dari kayu madura.
Malam ini kami tidur di rumah mbah. Kami manfaatkan untuk ngobrol dengan mbah juga bule dan kedua adik sepupu saya. Pak le kebetulan sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Suasana di rumah itu sungguh hangat dan bahagia, plus ramai dan heboh oleh kelakuan Zidan yg pecicilan gak bisa diam. Ada aja ulahnya yg bikin orang ketawa..... :D
Tanggal 4 Nopember pagi, kami pergi ke Jogjakarta dengan menaiki bus Efisiensi jurusan Cilacap-Jogja. Bus patas AC ini bagus sekali pelayanannya. Sudahlah bersih dan nyaman, begitu kami naik dan duduk, keneknya langsung menawari kami minuman ringan. Ada beberapa pilihan, boleh freshtea-cocacola-sprite-fanta, tiap orang dapat jatah 1 botol. Harga tiket bus ini adalah 40 ribu rupiah saja. Perjalanan dari depan rumah Mbah (depan pom bensin desa Ngijo) sampai Jogja ditempuh selama 3 jam. Sampai di Jogja, kami merental mobil avanza dan langsung membawa kami menuju candi borobudur. Lagi-lagi Zidan dan Ayah sangat senang sekali bisa berkunjung dan melihat salah satu keajaiban dunia. Candi yg begitu megah dan kokohnya, di tambah lagi dengan ukiran relief pada batu penyusun candi. Dan satu lagi candi ini dibangun tidak pakai semen atau perekat loh....sungguh luar biasa. Padahal umurnya sudah ber abad-abad tua nya, tetapi masih berdiri kokoh dan bersahaja hingga saat ini. Setelah puas dan lumayan lelah menjelajah candi Borobudur, perjalanan kami lanjutkan ke kota Solo. Di Solo kami hendak menjumpai saudara sekaligus kawan lama semasa bapak saya remaja. Pak de Marsito namanya, atau lengkapnya AKBP. Marsito, SH, MH. Pakde sekarang bekerja sebagai advokat bid binkum di polda Jateng. Nostalgia pun terjadi walaupun dalam waktu yg hanya sebentar saja. Sekitar jam 7 malam, kami kembali ke Jogja lagi. Tepatnya ke asrama polisi Patuk, menuju rumah pakde Rusiono. Beliau juga polisi di polda Jogja. Kebetulan besok beliau akan menghadapi ujian kenaikan pangkat. Maka kami pun tidak berlama-lama menemuinya, takut mengganggu konsentrasi belajarnya. Pakde lalu mengantar kami menuju Indah Hotel di jl. Jogonegaran, di belakang Malioboro. Setelah cek-in dan menaruh backpack, kami pun ingin merasakan malam di malioboro. Dengan menaiki delman alias andong alias dokar, kami mengelilingi malioboro. Sayang sekali waktu itu sudah menunjukkan jam 10.30 malam. Banyak toko dan pedagang yg sudah pada tutup dan pulang. Akhirnya kami pun kembali ke hotel lagi.
Pagi harinya, dengan mencarter becak, kami dibawa keliling dimulai dari pabrik home industri Bakpia Patuk 25 di daerah Sanggrahan Patuk. Disana kami melihat proses pembuatan bakpia yang memang masih manual dan alami. Setelah itu, kami dibawa ke butik atau toko tempat menjual batik. Sayang sekali harganya gak boleh turun, alias terbilang mahal deh. Lalu kami pun minta diantar ke pasar Bringharjo yang terletak di Jl. Malioboro. Disini banyak sekali pedagang batik, mulai dari yg eceran sampai grosir. Motif dan modelnya pun beraneka ragam, dan juga harganya boleh ditawar, alias murah. Wah, musti bawa duit sekoper nih.....! karena kalo namanya ibu-ibu lihat pakaian dan pernak pernik yang unik dan menarik, pengennya borong deh, tapi apa daya duitnya ngepas banget, jadi ya cukup di pegang diraba di nikmati dan di lihat aja...hiks..hiks.. ^_^
Yo wis, no problem....karena perjalanan masih panjang nih. Nah siangnya kita pulang deh, balik ke rumah mbah lagi. Dan tentunya naik bus Efisiensi lagi. Sampai di rumah mbah hari sudah sore. Wah capek sih, tapi seneng banget bisa sampai ke Jogja-Solo. Dan yang bikin seneng lagi, di rumah mbah udah ada legen alias sajeng, yaitu air nira yang disadap atau diambil dari pucuk pohon kelapa. Rasanya manis banget. Nah, air nira kelapa ini lah yg menjadi bahan baku gula jawa. Di sekitar rumah mbah ini, banyak juga penduduk yg memproduksi gula jawa di rumahnya. Selain itu, bule juga sudah nyiapin es kelapa muda. Kelapanya juga boleh ngambil tuh di pekarangan belakang rumah mbah. Wah..uenak tenan deh, seger ..!!
Malamnya kita packing deh, beres-beres, karena besok paginya kan mau pulang ke Bekasi....
Hiks..hiks..^_^ sedih deh bakal ninggalin mbah dan keluarga dijawa lagi nih. Belum tau kapan lagi bisa mengunjungi mbah lagi. Ya, mudah2an sih tahun depan bisa kembali lagi....Doain ya mbah !!!
Tanggal 6 Nopember pagi, kami pun pamit kepada mbah dan bule sekeluarga. Wah sedih lagi deh, gak terasa air mata dah tumpah dipipi ini. Ya, bagaikan mimpi bagi kami bisa berjumpa mbah sekeluarga di Ngijo kali ini. Setelah berpamitan dan say goodbye, kami diantar mobil colt - angkot pedesaan menuju ke stasiun kereta Gombong. Kereta Sawunggaling yg akan membawa kami kembali ke Bekasi baru akan tiba jam 7.50 nanti. Kami pun masih harus menunggu sekita 30 menit lagi. Dan tak terasa kereta pun tiba menjemput kami sekeluarga. Setelah semua penumpang naik, lalu kereta berangkat meninggalkan stasiun Gombong tepat jam 8.00 pagi. Perjalanan melintasi jalur utara pulau jawa ini di tempuh selama kurang lebih 7 jam. Pada perjalanan ini, kami bisa melihat dan menikmati pemandangan berupa hamparan sawah yg hijau, ladang bawang merah di Brebes, kebun mangga di derah Indramayu, dan beberapa sungai serta kali yg masih bersih dan jernih yg kami temui sepanjang perjalanan itu. Tepat jam 3 sore, kereta tiba untuk berhenti sejenak di stasiun Bekasi. Di sini lah kami turun, walaupun tujuan akhir kereta Sawunggaling ini adalah stasiun pasar Senen di Jakarta. Niat yang utama yaitu mengunjungi mbah buyut sudah terlaksana. Selanjutnya mengunjungi adik, saudara dan teman kerabat di Bekasi dan Jakarta.
Tanggal 7 dan 8 Nopember, kami habiskan untuk mengunjungi teman dan kerabat serta saudara di Bekasi. Ayah Zidan juga sudah janjian ketemu dengan rekan bisnisnya. Selain itu juga, kami puas-puasin deh main ke Giant dan Metropolitan Mall Bekasi, juga membeli dan mencicipi jajanan makanan yg enak dan murah-murah disana.
Tanggal 9 pagi, kami pamit dan singgah menuju rumah kakak ayah Zidan di rawa belong, sambil menghabiskan waktu seharian menunggu waktu penerbangan yg memang sengaja kami pilih jam 7 malam. Setelah dipaksain puas deh, bertemu dengan sang kakak, lalu dengan diantar kawan saya semasa sekolah dulu, kami bergegas menuju bandara Soe-Ta. Karena kalo sore hari pas jam pulang ngantor, jalanan di Jakarta macet buanget. Makanya kudu buruan deh, dan Alhamdulillah sampe di bandara pas jam 5.30 sore sesuai dengan jadwal cek-in. Akhirnya setelah menunggu delay 30 menit, pesawat Mandala membawa kami terbang kembali ke Pekanbaru. Sampai jumpa lagi yaaa...!!! Till we meet again ..... !! hiks..hiks..hiks... ^_^

Rencana Nengokin Mbah Buyutnya Zidan

Selasa, 27 Oktober 2009
Setelah lamaaaa bangeett di rencanain dan menabung untuk ongkos perjalanan mudik ke jawa tengah, akhirnya rencana perjalanan mudik itu pun selesai disusun. Dipilihlah tanggal 2 November sampai dengan 9 November 2009 yang akan datang. Waktu selama seminggu kami yakin pas banget lah untuk mengunjungi mbah buyut nya Zidan yang sudah sepuh banget di jawa tengah sana. Tepatnya di kota Gombong.
Hari ini tiket sudah di booking untuk perjalana p/p Pekanbaru-Jakarta-Pekanbaru. Rencana sih nanti dari Jakarta mau naik bus atau kereta api menuju ke Gombong. Zidan lah yang paling seneng, gembira, bersemangat dan ceria akan rencana keberangkatan liburan kali ini. Matanya berbinar terang seperti lampu 50 watt....(wueidih....terang banget tuh belo' nya) plus senyum di wajahnya. Seneng banget deh suasana hatinya, akhirnya keinginan untuk naik pesawat terbang lagi akan terwujud dalam waktu dekat ini, plus bertemu sang nenek buyut yang sangat ia rindukan. Ini akan menjad kunjungan ia dan ayahnya yang pertama kali ke Gombong dan bertemu dengan mbah buyutnya.
Semoga saja perjalanan kali ini bisa berhasil dan selamat sampai kembali ke rumah lagi, Amin.
Nanti akan saya posting dan ceritakan perjalanan kami mudik ke Gombong dalam episode selanjutnya..... :D

Ke Perpustakaan Yuuukk..!!!

Senin, 12 Oktober 2009

Sabtu 10 Oktober 2009 kemarin, seperti janjiku pada Zidan, hari itu kami akan pergi ke perpustakaan Soeman HS, yang terletak di jalan Sudirman Pekanbaru. Zidan sudah beberapa kali mengunjungi gedung pustaka itu bersama ayahnya.
Jam 10.30 pagi, kami sudah bersiap-siap dan berangkat mengendarai "smash merah" kesayanganku. Selama ini motor itu banyak berjasa mengantar kami ke tempat tujuan dan mempermudah segala urusan. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 30 menit dari rumah kami di Jl. Limbungan - Rumbai, dengan kecepatan kira-kira 50 km/jam. Perjalanan ini di jalani dengan santai, karena memang tidak ada target yg urgent yg harus di tuju.
Sampai di gedung pustaka, dengan sangat familiar Zidan membimbingku menuju tempat bacaan anak-anak. Ditempat inilah ia dan sang ayah biasa menghabiskan waktu dengan melihat-lihat aneka buku bacaan anak-anak. Salah satu buku favoritnya adalah mengenai binatang Pinguin. Setelah memperlihatkan padaku, ia pun dengan manja meminta kami untuk membacakan cerita pada buku itu. Selain buku pinguin, ia pun mengambil beberapa buku lagi dari rak buku di area anak-anak tersebut. Ada buku tentang keong siput, buku tentang helicopter, buku kisah sahabat nabi, dan masih banyak lagi lainnya. Selain gratis, suasana di gedung pustaka itu sangat nyaman, apalagi di area anak-anak. Dengan berlantai kayu, zidan dengan senangnya melihat buku sambil tiduran dan sesekali duduk melantai. Kebetulan siang itu banyak anak-anak SD yg datang, selain pengunjung umum seperti Zidan. Jadi suasananya begitu meriah dan heboh. Anak-anak selain asyik membaca juga asyik bermain bersama teman-temannya. Walaupun sesekali petugas mengingatkan kepada mereka untuk tidak ribut. Maklum saja, namanya anak-anak, hanya sekejap saja mereka hening, setelah petugas tadi pergi, spontan suasana berubah menjadi heboh kembali.
Sekarang Zidan punya tempat bermain baru yaitu berkunjung ke perpustakaan, selain mesjid agung An-Nur, taman bermain Politeknik Caltex Rumbai dan Arena bermain 88 di Jl. Riau. Semoga akan banyak pengetahuan baru yg akan ia dapat dengan sering berkunjung ke gedung pustaka. Amin...
Zidan & Buku Pinguin - favoritnya (pake kopiah & kacamata mejeng, biar kayak UJE... :D )


Sambil tiduran aahh...enak sih , serasa dirumah..!!

Bersama Ayah sedang menyimak cerita pada buku tentang Keong Siput


A New Live at 31th

Selasa, 06 Oktober 2009

It's been five years since i've been becoming a carrier woman. Eight working hours in the office for five days a weeks. Many goodness and happiness have had happened in my carrier. But also there were some badness and sadness too. Now i feel tired and bored with this working activity. Even for some woman, become a carrier woman is a prestigious. Well, actually it's true ..... We can have our own money from salary that we can spend to buy anything we need and we want. We can also save some of them for the future needs.
Since a month ago, every morning before i go to work Zidan always wailed and begging me to quit and stay at home with him everyday. I know he felt lonely, as he doesn't have any young brother or sister yet. He is growing up and he need many activity for his age. A special attention, love, and big hug everyday from me as his loving mother absolutely is what he always expecting to be.
This situation is disturb my mind and heavy burden on the heart.
Now in my 31th, i will be planning for a resignation. I realize that become a homemaker, wife and mommy, staying at home everyday, look after my son, cooking, and other homeworks are a prestige too. I am the manager at my home and still get 'salary' from my hubby too.
I really need a "new live". Just like my friend said that **Live begin at 30th !**
Now, i am thinking of becoming an enterpreneur. I suppose that would be a wonderful idea :););)

Gempa Diawal Oktober 2009

Kamis, 01 Oktober 2009
Memasuki bulan Syawal, Sumatra mendapat hadiah ujian dari Sang Pencipta Allah SWT, yaitu berupa gempa berkekuatan 7,6 SR yang terjadi di daerah Pariaman pada sore hari sekitar pukul 17.16 WIB. Kami di Pekanbaru dan sekitarnya turut merasakan goncangannya, walaupun hanya beberapa menit saja. Goncangannya pun tidak begitu kuat, akan tetapi lumayan membuat kepala pusing.
Menjelang maghrib, handphone berdering dan sms pun berdatangan dari saudara di Jakarta sana. Mereka menanyakan kabar keadaan kami sekeluarga di Pekanbaru ini. Alhamdulillah keadaan masih aman terkendali. Akan tetapi tidak seberuntung kami disini bagi saudara2 kita yang berada di Pariaman sekitarnya sana. Menurut berita di media elektronik, banyak rumah yang rusak ambruk dan rata dengan tanah. Banyak juga korban jiwa yang berjatuhan akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Kabar dari teman yang asalnya dari Pariaman sana, bahwa rumahnya sudah ambruk, hancur rata dengan tanah. Alhamdulillah keluarganya selamat. Sedangkan kabar dari teman yang lain mengatakan bahwa anaknya terpisah dari ibunya (istrinya). Ia berhasil menghubungi anaknya melalui handphone yang beruntung masih bisa dihubungi. Hingga sekarang ia masih mencoba menghubungi istrinya itu. Semoga saja mereka baik2 dan selamat dari musibah ini. Amin.
Pagi ini sekitar jam 9.00 WIB terjadi gempa juga di daerah sekitar Jambi-Bengkulu dengan kekuatan sebesar 7 SR, yang lagi2 goncangannya sampai terasa di Pekanbaru. Kebetulan kami berkantor di lt. 2, jadi lumayan pusing juga terasanya walaupun hanya sebentar. Semoga saja tidak ada korban jiwa pada gempa yg kedua kali ini.
Berturut-turut gempa mengoncang Sumatera, tanggal 30 September 2009 dan tanggal 1 Oktober 2009. Yang bertepatan dengan peringatan G30S PKI dan Hari Kesaktian Pancasila. Indonesia sedang berkabung atas musibah alam ini. Semoga saja kita bisa belajar untuk ikhlas dalam menerima ujian ini. Dan semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan lindungan NYA kepada kita semua. Amin.
Barusan dapet email dari temen milis UJE, isinya sebagai berikut : Mohon sebarkan. no telp hotline gempa 0751 9824971 sd 9824980 ada 10 nomor FREE CALL di padang.
Aku sih belum cek nomer ini. Tapi aku yakin ini dari sumber yang benar dan terpercaya.


Selamat Ulang Tahun Zidan..!!!

Senin, 07 September 2009
Sejak Jumat kemarin Zidan sudah sibuk dan tak sabar menanti datangnya hari Senin. Dia dapat bocoran informasi dari mbah Akungnya kalau tanggal 7 September 2009 yg bertepatan pada hari Senin ini, akan ada yg ber-ulang tahun, dan ada "sesuatu" dari mbah Akung & Uti nya. Spontan dia teringat dan mengaku bahwa itu adalah hari ulang tahunnya. Setiap hari dia selalu bertanya, "ini hari apa bu?? kok lama banget sih hari Senin nya!.." begitu tak sabarnya ia menanti hari spesial ini. Dan dia juga minta hadiah spesial dari diriku - ibu nya, berupa kue ulang tahun yg ada pesawat terbangnya. Beres Dan, kue sudah ibu pesan, khusus buat anak ibu tersayang... :)Gak hanya ibunya saja yg ditodongnya, mbah akung-mbah uti- ayah- om Ari dan Om Nda nya juga kena sasaran. Dia minta hadiah dari semua berupa mainan pesawat terbang. Memang dia sangat senang sekali dengan mainan pesawat terbang, dan dia juga ingin menjadi Pak Pilot jika besar nanti.Pagi ini, dia ikut bangun sahur dan kebetulan om Nda yg di Bekasi nelpon untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Senang nya bukan main, akhirnya hari yg dinanti datang juga....
Selamat Ulang Tahun Zidan.....ke 4 yaa
Semoga Panjang Umur, Sehat Wal Afiat, Murah Rezeki, Menjadi Anak yang Sholeh-Baik-Pintar, dan Sukses Berbahagia Dunia Akhirat....AMIN YAA RABBAL ALAMIN.
Gak terasa Zidan
sekarang sudah besar, sebentar lagi mau sekolah TK. Trus dia juga minta hadiah satu lagi nih sama Ayahnya, begini katanya ; " Yah, Zidan minta adik baru tapi perempuan yaa...!!...." Waduh, kalo ini musti proses dulu Dan, gak ada yang jual kan!! hehehehehee.... Ya memang sih, sudah saatnya memberikan Zidan adik baru, agar dia punya teman dan tidak kesepian. Sabar ya nak, doakan saja segera di kasih sama Allah SWT, Amin.
Sore ini, akan ada acara keluarga berupa syukuran dan buka puasa bersama di rumah mbah Akung-Uti nya. Ini dia foto-fotonya :
Zidan - Ayah - Ibu
Zidan-Mbah Akung-Mbah Uti
Zidan-Kak Iyos
Zidan-Te' Reva
Zidan-Te' Rena

Marhaban Yaa Ramadhan

Jumat, 21 Agustus 2009
Marhaban Yaa Ramadhan...Alhamdulillah bulan suci ramadhan telah tiba dan kita diberi kenikmatan umur panjang sehingga bisa kembali melalui bulan yang penuh berkah ini. Tiada kata dan perbuatan yang paling indah selain saling memaafkan untuk mengawalinya.
"Selamat Berpuasa friend...para blogger muslim di seluruh dunia maya!!" kami sekeluarga mohon maaf lahir dan bathin.
Semoga amal ibadah kita di bulan yang suci ini di terima oleh Allah SWT, Amin.
Puasa kali ini akan lebih spesial lagi buat kami sekeluarga, karena Zidan mau belajar ikut berpuasa. Terprovokasi oleh VCD nya Ipin & Upin yang dari Malaysia sono, bahwa Ipin & Upin sudah mulai berpuasa walaupun mereka masih kecil. Zidan yg senang sekali dengan film Ipin & Upin itu pun ikutan termotivasi. Aku harus bisa...!! begitu semangatnya.
Kami sebagai orangtuanya, tentu sangat senang mendengar niat dan semangatnya untuk mencoba berpuasa pada tahun ini. Tentu kami pun memberikan dispensasi baginya yang baru berumur 3 tahun 11 bulan itu, bahwa ia boleh berpuasa setengah hari saja. Akan tetapi lebih bagus lagi kalau bisa sampai magrib dimana waktu berbuka tiba.
Mudah-mudahan bisa terlaksana dengan baik....we love you Zidan... :)