
Ini dia cerita dari kunjungan dan liburan Zidan sekeluarga ke rumah mbah buyut di Gombong, Jawa tengah juga ke Jogjakarta,Solo, Bekasi dan Jakarta.

Perjalanan di mulai pada senin pagi tgl. 2 Nopember kemarin dengan terbang bersama Batavia air menuju Cengkareng -Jakarta selama 1 jam 20 menit. Istirahat sebentar di Bandara Soekarno Hatta untuk melaksanakan sholat Dzuhur, setelah itu dilanjutkan dengan menaiki bus Damri menuju Bekasi. Kebetulan siang hari jalanan di Jakarta tidak macet, maka perjalanan dapat di tempuh selama kurang lebih 1 jam saja. Tiba di pul Damri Mega Mall - Giant Bekasi, langsung deh menghubungi Om Indra (adik bungsu saya yg teknisi HP di gerai handphone Taxco) untukngambil kunci rumahnya yg di Pondok Hijau Permai. Setelah ketemu sebentar dan mengambil kunci rumahnya, kami langsung melanjutkan perjalanan lagi menuju PHP dengan menaiki Taxi tarif bawah yg banyak mangkal di dekat Giant Bekasi. Berhubung masih tersisa waktu 2 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Gombong, maka kami manfaatkan waktu yg ada itu untuk sekedar meluruskan badan, istirahat sejenak dan sholat Ashar.
Jam 5 sorenya, kami pun berangkat melanjutkan perjalanan menuju Gombong, rumahnya mbah buyut Zidan, alias kampung halaman mbah kakung nya Zidan. Dengan menaiki bus Sinar Jaya tujuan Bekasi-Jogjakarta, perjalanan di tempuh selama kurang lebih 9 jam plus berhenti beberapa kali untuk istirahat makan (ya walaupun dah tengah malam, perut masih mau juga tuh di jejalin makanan :P ), melewati tol cikampek trus nyambung ke tol Cileunyi Bandung. Kami tiba di rumah mbah buyut yg kebetulan letak rumahnya di pinggir jalan antar propinsi itu sekitar jam 4 subuh.

Waduh, deg deg-an bercampur gembira rasa dihati ini, karena beberapa detik lagi akan segera ketemu mbah Buyut. "Tok..tok..tok...Assalamualaikum, Mbah...Mbah...!" begitu teriak Zidan yg sudah tak sabar ingin segera berjumpa. Dan dari dalam rumah terdengar jawaban "Wa'alaikumsalam....wah kiye putune karo buyute teka ............... !" begitu teriak bule saya (adiknya bapak). Ya, karena kunjungan kali ini lengkap bagi kami, karena ada saya sebagai cucu nya mbah dan Zidan sebagai cicitnya alias buyutnya mbah, serta ayah Zidan sebagai cucu mantunya. Walaupun mbah sudah sepuh, 85 thn, dan sudah mulai pikun, alhamdulillah ia masih bisa mengingat saya, cucu nya. Dan begitu melihat Zidan, alangkah senangnya mbah, sampai-sampai tak terasa air mata menetes di pipi ini. 

Ya..suasana begitu bahagia dan haru, setelah sekitar 10 tahun, saya belum mengunjungi mbah kembali. Terakhir pada waktu masih kuliah dulu. Sekarang keadaannya sudah berbeda, saya sudah mempunyai suami dan anak, sementara mbah sudah semakin tua dan renta. Tetapi kami sangat bersyukur, Allah masih memberikan mbah umur yg panjang serta kesehatan. Karena mbah masih bisa jalan sendiri, ya walaupun pelan-pelan, dan masih sanggup melahap makanan dan minuman apa saja yg ia mau.
Setelah melepas kangen, kami pun beristirahat tidur karena tadi di dalam bus selamaperjalanan tidur pun tidak bisa nyenyak. Bangun tidur, kami langsung disuguhkan sarapan tempe mendoan yang gede dan lebar banget. Ini adalah tempe goreng tepung khas Gombong. Makan satu aja dah kenyang.

Siang harinya, tgl 3 Nopember setelah sholat Dzuhur, kami pergi bersama adik sepupu saya Kopsah dan Ma'i pergi mengunjungi objek wisata yg letaknya dekat dengan rumah mbah, yaitu Goa Jatijajar dan Pantai Ayah (Logending).
Zidan dan ayahnya begitu excited sekali, apalagi baru kali ini mereka mengunjungi goa batu kapur yg asli banget buatan alam ciptaan Allah Yang Maha Kuasa. Ooh..indahnya, apalagi di dalam goa terdapat juga sungai yg mengalir deras dengan air yg jernih, dingin dan sejuk. Dan di sekitar langit-langit goa, terdapat sekumpulan kelelawar yg lagi pada tidur, sambil menunggu malam tiba. Selesai mengelilingi goa, kami menuju ke pasar seni tempat para pedagang menjual oleh-oleh dan aneka kerajinan serta souvenir. Ayahnya kena pajak oleh Zidan, dia minta di belikan bedug kecil yg memang sangat dia idamkan. Berikut juga mainan pesawat dan helikopter yg terbuat dari kayu madura.
Malam ini kami tidur di rumah mbah. Kami manfaatkan untuk ngobrol dengan mbah juga bule dan kedua adik sepupu saya. Pak le kebetulan sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Suasana di rumah itu sungguh hangat dan bahagia, plus ramai dan heboh oleh kelakuan Zidan yg pecicilan gak bisa diam. Ada aja ulahnya yg bikin orang ketawa..... :D
Tanggal 4 Nopember pagi, kami pergi ke Jogjakarta dengan menaiki bus Efisiensi jurusan Cilacap-Jogja. Bus patas AC ini bagus sekali pelayanannya. Sudahlah bersih dan nyaman, begitu kami naik dan duduk, keneknya langsung menawari kami minuman ringan. Ada beberapa pilihan, boleh freshtea-cocacola-sprite-fanta, tiap orang dapat jatah 1 botol. Harga tiket bus ini adalah 40 ribu rupiah saja. Perjalanan dari depan rumah Mbah (depan pom bensin desa Ngijo) sampai Jogja ditempuh selama 3 jam. Sampai di Jogja, kami merental mobil avanza dan langsung membawa kami menuju candi borobudur. Lagi-lagi Zidan dan Ayah sangat senang sekali bisa berkunjung dan melihat salah satu keajaiban dunia. Candi yg begitu megah dan kokohnya, di tambah lagi dengan ukiran relief pada batu penyusun candi. Dan satu lagi candi ini dibangun tidak pakai semen atau perekat loh....sungguh luar biasa. Padahal umurnya sudah ber abad-abad tua nya, tetapi masih berdiri kokoh dan bersahaja hingga saat ini.
Setelah puas dan lumayan lelah menjelajah candi Borobudur, perjalanan kami lanjutkan ke kota Solo. Di Solo kami hendak menjumpai saudara sekaligus kawan lama semasa bapak saya remaja. Pak de Marsito namanya, atau lengkapnya AKBP. Marsito, SH, MH. Pakde sekarang bekerja sebagai advokat bid binkum di polda Jateng. Nostalgia pun terjadi walaupun dalam waktu yg hanya sebentar saja. Sekitar jam 7 malam, kami kembali ke Jogja lagi. Tepatnya ke asrama polisi Patuk, menuju rumah pakde Rusiono. Beliau juga polisi di polda Jogja. Kebetulan besok beliau akan menghadapi ujian kenaikan pangkat. Maka kami pun tidak berlama-lama menemuinya, takut mengganggu konsentrasi belajarnya. Pakde lalu mengantar kami menuju Indah Hotel di jl. Jogonegaran, di belakang Malioboro. Setelah cek-in dan menaruh backpack, kami pun ingin merasakan malam di malioboro. Dengan menaiki delman alias andong alias dokar, kami mengelilingi malioboro. Sayang sekali waktu itu sudah menunjukkan jam 10.30 malam. Banyak toko dan pedagang yg sudah pada tutup dan pulang. Akhirnya kami pun kembali ke hotel lagi.
Setelah puas dan lumayan lelah menjelajah candi Borobudur, perjalanan kami lanjutkan ke kota Solo. Di Solo kami hendak menjumpai saudara sekaligus kawan lama semasa bapak saya remaja. Pak de Marsito namanya, atau lengkapnya AKBP. Marsito, SH, MH. Pakde sekarang bekerja sebagai advokat bid binkum di polda Jateng. Nostalgia pun terjadi walaupun dalam waktu yg hanya sebentar saja. Sekitar jam 7 malam, kami kembali ke Jogja lagi. Tepatnya ke asrama polisi Patuk, menuju rumah pakde Rusiono. Beliau juga polisi di polda Jogja. Kebetulan besok beliau akan menghadapi ujian kenaikan pangkat. Maka kami pun tidak berlama-lama menemuinya, takut mengganggu konsentrasi belajarnya. Pakde lalu mengantar kami menuju Indah Hotel di jl. Jogonegaran, di belakang Malioboro. Setelah cek-in dan menaruh backpack, kami pun ingin merasakan malam di malioboro. Dengan menaiki delman alias andong alias dokar, kami mengelilingi malioboro. Sayang sekali waktu itu sudah menunjukkan jam 10.30 malam. Banyak toko dan pedagang yg sudah pada tutup dan pulang. Akhirnya kami pun kembali ke hotel lagi.
Pagi harinya, dengan mencarter becak, kami dibawa keliling dimulai dari pabrik home industri Bakpia Patuk 25 di daerah Sanggrahan Patuk. Disana kami melihat proses pembuatan bakpia yang memang masih manual dan alami. Setelah itu, kami dibawa ke butik atau toko tempat menjual batik. Sayang sekali harganya gak boleh turun, alias terbilang mahal deh. Lalu kami pun minta diantar ke pasar Bringharjo yang terletak di Jl. Malioboro. Disini banyak sekali pedagang batik, mulai dari yg eceran sampai grosir. Motif dan modelnya pun beraneka ragam, dan juga harganya boleh ditawar, alias murah. Wah, musti bawa duit sekoper nih.....! karena kalo namanya ibu-ibu lihat pakaian dan pernak pernik yang unik dan menarik, pengennya borong deh, tapi apa daya duitnya ngepas banget, jadi ya cukup di pegang diraba di nikmati dan di lihat aja...hiks..hiks.. ^_^Yo wis, no problem....karena perjalanan masih panjang nih. Nah siangnya kita pulang deh, balik ke rumah mbah lagi. Dan tentunya naik bus Efisiensi lagi. Sampai di rumah mbah hari sudah sore. Wah capek sih, tapi seneng banget bisa sampai ke Jogja-Solo. Dan yang bikin seneng lagi, di rumah mbah udah ada legen alias sajeng, yaitu air nira yang disadap atau diambil dari pucuk pohon kelapa. Rasanya manis banget. Nah, air nira kelapa ini lah yg menjadi bahan baku gula jawa. Di sekitar rumah mbah ini, banyak juga penduduk yg memproduksi gula jawa di rumahnya. Selain itu, bule juga sudah nyiapin es kelapa muda. Kelapanya juga boleh ngambil tuh di pekarangan belakang rumah mbah. Wah..uenak tenan deh, seger ..!!
Malamnya kita packing deh, beres-beres, karena besok paginya kan mau pulang ke Bekasi....
Hiks..hiks..^_^ sedih deh bakal ninggalin mbah dan keluarga dijawa lagi nih. Belum tau kapan lagi bisa mengunjungi mbah lagi. Ya, mudah2an sih tahun depan bisa kembali lagi....Doain ya mbah !!!
Tanggal 6 Nopember pagi, kami pun pamit kepada mbah dan bule sekeluarga. Wah sedih lagi deh, gak terasa air mata dah tumpah dipipi ini. Ya, bagaikan mimpi bagi kami bisa berjumpa mbah sekeluarga di Ngijo kali ini. Setelah berpamitan dan say goodbye, kami diantar mobil colt - angkot pedesaan menuju ke stasiun kereta Gombong.
Kereta Sawunggaling yg akan membawa kami kembali ke Bekasi baru akan tiba jam 7.50 nanti. Kami pun masih harus menunggu sekita 30 menit lagi. Dan tak terasa kereta pun tiba menjemput kami sekeluarga. Setelah semua penumpang naik, lalu kereta berangkat meninggalkan stasiun Gombong tepat jam 8.00 pagi. Perjalanan melintasi jalur utara pulau jawa ini di tempuh selama kurang lebih 7 jam. Pada perjalanan ini, kami bisa melihat dan menikmati pemandangan berupa hamparan sawah yg hijau, ladang bawang merah di Brebes, kebun mangga di derah Indramayu, dan beberapa sungai serta kali yg masih bersih dan jernih yg kami temui sepanjang perjalanan itu. Tepat jam 3 sore, kereta tiba untuk berhenti sejenak di stasiun Bekasi. Di sini lah kami turun, walaupun tujuan akhir kereta Sawunggaling ini adalah stasiun pasar Senen di Jakarta. Niat yang utama yaitu mengunjungi mbah buyut sudah terlaksana. Selanjutnya mengunjungi adik, saudara dan teman kerabat di Bekasi dan Jakarta.
Kereta Sawunggaling yg akan membawa kami kembali ke Bekasi baru akan tiba jam 7.50 nanti. Kami pun masih harus menunggu sekita 30 menit lagi. Dan tak terasa kereta pun tiba menjemput kami sekeluarga. Setelah semua penumpang naik, lalu kereta berangkat meninggalkan stasiun Gombong tepat jam 8.00 pagi. Perjalanan melintasi jalur utara pulau jawa ini di tempuh selama kurang lebih 7 jam. Pada perjalanan ini, kami bisa melihat dan menikmati pemandangan berupa hamparan sawah yg hijau, ladang bawang merah di Brebes, kebun mangga di derah Indramayu, dan beberapa sungai serta kali yg masih bersih dan jernih yg kami temui sepanjang perjalanan itu. Tepat jam 3 sore, kereta tiba untuk berhenti sejenak di stasiun Bekasi. Di sini lah kami turun, walaupun tujuan akhir kereta Sawunggaling ini adalah stasiun pasar Senen di Jakarta. Niat yang utama yaitu mengunjungi mbah buyut sudah terlaksana. Selanjutnya mengunjungi adik, saudara dan teman kerabat di Bekasi dan Jakarta.Tanggal 7 dan 8 Nopember, kami habiskan untuk mengunjungi teman dan kerabat serta saudara di Bekasi. Ayah Zidan juga sudah janjian ketemu dengan rekan bisnisnya. Selain itu juga, kami puas-puasin deh main ke Giant dan Metropolitan Mall Bekasi, juga membeli dan mencicipi jajanan makanan yg enak dan murah-murah disana.
Tanggal 9 pagi, kami pamit dan singgah menuju rumah kakak ayah Zidan di rawa belong, sambil menghabiskan waktu seharian menunggu waktu penerbangan yg memang sengaja kami pilih jam 7 malam. Setelah dipaksain puas deh, bertemu dengan sang kakak, lalu dengan diantar kawan saya semasa sekolah dulu, kami bergegas menuju bandara Soe-Ta. Karena kalo sore hari pas jam pulang ngantor, jalanan di Jakarta macet buanget. Makanya kudu buruan deh, dan Alhamdulillah sampe di bandara pas jam 5.30 sore sesuai dengan jadwal cek-in. Akhirnya setelah menunggu delay 30 menit, pesawat Mandala membawa kami terbang kembali ke Pekanbaru. Sampai jumpa lagi yaaa...!!! Till we meet again ..... !! hiks..hiks..hiks... ^_^














